Close
Close Language Selection

Mentega Flexibetter (Butter Equivalent) Sebagai Solusi Masa Depan untuk Industri Pangan

Konsumen masa kini tidak hanya mencari alternatif mentega dairy / produk susu, tetapi juga menginginkan produk yang mampu memberikan manfaat yang sama tanpa harga yang lebih mahal. Lalu, bagaimana Mentega Flexibetter (Dairy Butter Equivalent) dapat menjadi solusi industri pangan di masa depan?

Menurut Mintel, pasar makanan berbasis nabati diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan. Secara global, nilai pasar ini mencapai $29 miliar pada tahun 2020 dan diperkirakan melonjak hingga $160 miliar pada tahun 2030. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap pola makan berbasis nabati.

Di dalam tren ini, alternatif dairy berbasis nabati menjadi pendorong utama perubahan. Produk seperti mentega non-dairy bahkan mencatat kenaikan penjualan ritel sebesar 45% secara tahunan. Namun, seiring meningkatnya permintaan, tantangan juga ikut bertambah. Bagaimana produsen dapat beradaptasi tanpa mengorbankan performa, biaya, dan keberlanjutan?

Grafik perbandingan harga GDT Butter vs Plant Butter dalam USD per metric ton
GDT Butter vs Plant Butter (USD/mt)
Grafik rata-rata harga EU dan GDT Butter
Average Price of EU & GDT Butter

Tantangan Utama dalam Menggunakan Butter Equivalent

Bagi produsen makanan, mengganti mentega dengan butter equivalent tidak semudah mengganti bahan. Ada tiga tantangan utama yang harus dihadapi:

1. Performa Produk

Banyak butter equivalent berbasis nabati masih kesulitan meniru rasa, tekstur, dan fungsi mentega dairy.

Riset menunjukkan bahwa:

  • Rasa menjadi salah satu faktor utama konsumen menolak produk plant-based
  • 74% konsumen di Amerika Serikat tetap mau membeli produk bakery berbasis non-dairy jika rasanya setara atau mirip dengan mentega asli

Artinya, kualitas sensori tetap menjadi faktor penentu keberhasilan butter equivalent.

2. Volatilitas Harga

Harga mentega dairy mengalami fluktuasi besar dalam beberapa tahun terakhir akibat:

  • Perubahan iklim
  • Ketegangan geopolitik
  • Gangguan supply chain

Di Asia, harga mentega bahkan meningkat hingga 37% dalam satu tahun (2023–2024). Ini membuka peluang bagi butter equivalent sebagai solusi yang lebih stabil.

3. Tekanan Sustainability

Industri dairy menghadapi tekanan besar terkait:

  • Emisi metana
  • Penggunaan lahan dan air
  • Polusi dari pakan ternak

Konsumen dan regulator kini menuntut transparansi dan pengurangan jejak karbon. Di sinilah butter equivalent menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan.

Era Baru: Inovasi Butter Equivalent

Salah satu inovasi terbaru adalah Bunge FlexiBetter, sebuah dairy butter equivalent yang dirancang untuk menjawab tiga tantangan utama: performa, biaya, dan sustainability.

Keunggulan Butter Equivalent Modern

1. Performa Baking Setara Mentega Asli

Butter equivalent seperti FlexiBetter mampu:

  • Menghasilkan tekstur renyah (crispy)
  • Memberikan lapisan flaky pada croissant
  • Menjaga kelembutan cake dan cookies

Dengan kata lain, performanya mendekati bahkan menyamai mentega dairy dalam aplikasi bakery.

Selain itu, fleksibilitasnya tinggi:

  • Bisa digunakan untuk pastry
  • Cocok untuk saus, gravy, dan foodservice
Ilustrasi performa baking butter equivalent FlexiBetter

2. Efisiensi Biaya

Dibanding mentega dairy, butter equivalent menawarkan:

  • Harga lebih stabil
  • Penghematan biaya produksi
  • Supply yang lebih konsisten

Ini sangat penting bagi produsen skala besar yang membutuhkan kepastian harga dan pasokan.

3. Sustainability Lebih Baik

Butter equivalent berbasis nabati memiliki keunggulan:

  • Emisi gas rumah kaca lebih rendah
  • Jejak karbon lebih kecil
  • Lebih ramah lingkungan

Hal ini sejalan dengan tren global menuju produk yang lebih sustainable.

Butter Equivalent: Masa Depan Industri Pangan

Peralihan ke bahan berbasis nabati bukan sekadar tren sementara, melainkan perubahan fundamental dalam preferensi konsumen dan kebutuhan planet.

Bagi produsen, pertanyaannya bukan lagi apakah harus beralih, tetapi bagaimana cara beralih dengan efektif.

Butter equivalent (DBE) menawarkan solusi:

1. Kualitas tanpa kompromi
2. Biaya lebih efisien
3. Dampak lingkungan lebih rendah

Dengan inovasi yang terus berkembang, butter equivalent menjadi solusi scalable dan future-proof bagi industri makanan global.

Referensi

  1. Mintel Food & Drink. Private label: convenience matters. Katya Witham, Associate Director. July 22, 2024.
  2. Euromonitor. Dairy Products and Alternatives: Half-Year Update H1 2024.
  3. Global Dairy Trade.
  4. Euromonitor. Plant-Based Foods Face Key Challenges.

This article is intended for general educational and informational purposes only.

OUR CHANNEL & E-COMMERCE